Showing posts with label Kisah Islami 4. Show all posts
Showing posts with label Kisah Islami 4. Show all posts

Bangsa Aad Menantang Azab

Didalam Al Qur`an ada disebut tentang bangsa Aad, yaitu suatu bangsa yang tinggal di daerah Ahqaf,daerah yang sekarang masuk di negara Yaman atau Oman di zaman modern ini. Tanah mereka subur, ada sungai dan kebun kebun yang membuat mereka kaya dan makmur tapi kemudian menjadi sombong. Si kaya dan si kuat menindas si miskin dan si lemah.Karena berbagai kejahatan yang sudah tak tertahankan ini maka Allah mengutus Nabi kepada mereka yaitu Nab Hud a.s. Seperti juga yang dialami oleh para Rasul yang lain, Nabi Hud juga di hina,di maki bahkan mau dibunuh, karena Nabi Hud yang miskin ini dianggap bodoh,pembohong, kalau sekiranya Allah perlu Nabi maka seharusnya Allah memilih mereka bukan Hud, na`udzubillah.

Dengan tak bosan dan selalu tabah, Nabi Hud mencoba menyadarkan kaumnya agar percaya kepada Allah, beribadah dan berbuat baik dan meninggalkan segala kejahatan. Namun kaumnya tidak menghiraukannya dan selalu mengejek bahkan meminta kepada Nabi Hud agar siksa yang disebut itu segera saja didatangkan.

Mereka disuruh bertaubat dan mencabut perkataan itu namun mereka menolak malah lebih sombong membusungkan dada. Tiba tiba mereka melihat awan hitam bergumpal di atas langit. Mereka mulanya terkejut karena bukan musim hujan tetapi akhirnya percaya bahwa awan itu akan menurunkan hujan yang lebat untuk menyuburkan bumi dan mengurangi panasnya musim panas.

Read more...

Keadaan Manusia Di Padang Mahsyar

Setelah semua mahkluk yang bernyawa dialam nyata ini mati dan hancur binasa Allah s.w.t. memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniupkan angin Sangakala yang hebat itu untuk menghidupkan semula semua mahkluk yang sudah mati Israfil meniup dan berteriak dengan sekuat-kuatnya: "Wahai nyawa yang telah keluar dari badan, tulang-tulang yang telah reput luluh, tubuh yang telah buruk, urat yang telah putus berkecai, kulit-kulit yang telah pecah hancur, rambut-rambut yang telah luruh! Bangunlah kamu semua untuk menjalani hukuman dari Allah s.w.t. yang menjadi Hakim Besar dan Raja kepada semua raja!".

Maka dengan tiba-tiba mereka pun tegak bangun berdiri. Mereka lihat langit, didapati langit berjalan-jalan, mereka lihat bumi, didapati bertukar wajah, tidak seperti bumi yang dahulu. Dilihat bintang-bintang, semuanya telah berhimpun di satu kawasan dengan padatnya. Dilihat laut terdapat api yang sedang bernyala-nyala diatasnya. Dilihat Malaikat Zabaniah telah berada dihadapan mereka. Dilihat matahari telah hilang cahayanya. Maka sedarlah dan tahulah mereka bahawa mereka berada ditempat yang dijanjikan kiamat.

Read more...

Janggut Nabi Harun Berwarna Dua

Nabi Musa a.s. telah diperintahkan oleh Allah s.w.t. supaya pergi ke bukit Sina untuk menerima wahyu. Semasa pemergian Nabi Musa, segala urusan telah diserahkan kepada saudaranya Nabi Harun a.s. Pemergian Nabi Musa mengambil masa selama 40 hari dan 40 malam.

Ketiadaan Nabi Musa a.s telah mengembirakan seorang musuh dalam selimut bernama Samiri. Dia telah memunafaat masa ini untuk menyesatkan kaum Nabi Musa yang selama ini telah bersusah payah membentuk dan memberi keimanan kepada mereka. Sewaktu Nabi Musa menyeberangi Laut Merah setelah pulang dari Mesir, kaki kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah tenggelam dalam pasir di tengah lautan yang kering itu. Dengan segala usaha yang dilakukan oleh Nabi Musa, kuda yang ditungganginya tetap tidak mahu meneruskan perjalanan untuk menyeberangi Laut Merah.

Read more...

Fadhilat Majlis Zikir

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah s.w.t. mempunyai malaikat yang ditugaskan mencari majlis zikir. Sebaik saja mereka menjumpainya, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir itu serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang mengelilingi majlis zikir itu dengan sayap-sayapnya sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Read more...

Amal Yang Membuka Pintu Syurga

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih awal menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa wang lebih banyak kerana keperluan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. "Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa wang sesenpun." Fatimah menyahut sambil tersenyum, "Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta'ala." "Terima kasih," jawab Ali. Matanya memberat lantaran isterinya begitu tawakkal. Padahal keperluan dapur sudah habis sama sekali. Pun begitu Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih.

Read more...

Kisah Islami

kisah islami, kisah teladan islam, kisah kisah tokoh islam, kisah kisah islam renungan bersama, cerita islam, alkisah islam, kisah2 islam, gambar islam, kisah keluarga islami

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP